Friday, 25 February 2011

Ya Muhammad S.A.W

Dan Semesta pun Kehilangan Pelita Terindah-Nya ...

by Vicky Robiyanto Tiga on Wednesday, February 9, 2011 at 9:43am

Bismillahir-Rahmanir-Rahim .....

Ketika Al-Musthafa berada dihadapan ,

kupandangi pesonanya dari ujung kaki hingga kepala,

Tahukah kalian apa yang terjelma ?

….Ya …..Cinta !(Abu Bakar ra)

Nabi demam kembali, kini panasnya semakin tinggi. Lemah ia berbaring, menghadapkan wajah pada Fatimah anak kesayangan. Sudah beberapa hari terakhir, kesehatannya tidak lagi menawan. Senin itu, kediaman manusia paripurna didatangi seorang berkebangsaan Arab dengan wajah rupawan. Di depan pintu, ia mengucapkan salam “Assalamu’alaikum duhai para keluarga Nabi dan sumber kerasulan, bolehkah saya menjumpai kekasih Allah?”. Fatimah yang sedang mengurusi ayahnya, tegak dan berdiri di belakang pintu “Wahai Abdullah, Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya sendiri”. Fatimah berharap tamu itu mengerti dan pergi, namun suara asing semula kembali mengucapkan salam yang pertama.

“Alaikumussalam, hai hamba Allah” kali ini Nabi yang menjawabnya.

“Anakku sayang, tahukah engkau siapakah yang kini sedang berada di luar?”

“Tidak tahu ayah, bulu kudukku meremang mendengar suaranya”

“Sayang, dengarkan baik-baik, di luar itu adalah dia, pemusnah kesenangan dunia, pemutus nafas di raga dan penambah ramai para ahli kubur”. Jawaban nabi terakhir membuat Fatimah jatuh terduduk. Fatimah menangis seperti anak kecil.

“Ayah, kapan lagi aku akan mendengar dirimu bertutur, harus bagaimana aku menuntaskan kerinduan kasih sayang engkau, tak akan lagi ku memandang wajah kesayangan ayahanda” pedih Fatimah. Nabi tersenyum, lirih ia memanggil ” Sayang, mendekatlah, kemarikan pendengaranmu sebentar”. Fatimah menurut, dan Kekasih Allah itu berbisik mesra di telinga anaknya,

“Engkau adalah keluargaku yang pertama kali menyusul sebentar kemudian”. Seketika wajah Fatimah tidak lagi pasi tapi bersinar. Lalu kemudian, Fatimah mempersilahkan tamu itu masuk. Malaikat pencabut maut berparas rupawan itu pun kini berada di samping Muhammad.

“Assalamu’alaikum ya utusan Allah” dengan takzim malaikat memberi salam.

“Salam sejahtera juga untukmu pelaksana perintah Allah, apakah tugasmu saat ini, berziarah ataukah mencabut nyawa si lemah?” tanya nabi. Angin berhembus dingin.

“Aku datang untuk keduanya, berziarah dan mencabut nyawamu, itupun setelah engkau perkenankan, jika tidak Allah memerintahkanku untuk kembali”

“Di manakah engkau tinggalkan Jibril? Duhai Izrail?”

“Ia kutinggal di atas langit dunia”.

Tak lama kemudian, Jibril pun datang dan memberikan salam kepada seseorang yang juga dicintanya karena Allah.

“Ya Jibril, gembirakanlah aku saat ini” pinta Al-Musthafa.

Terdengar Jibril bersuara pelan di dekat telinga manusia pilihan, “Sesungguhnya pintu langit telah di buka, dan para Malaikat tengah berbaris menunggu sebuah kedatangan, bahkan pintu-pintu surga juga telah dilapangkan hingga terlihat para bidadari yang telah berhias menyongsong kehadiran yang paling ditunggu-tunggu”.

“Alhamdulillah, betapa Allah maha penyayang” sendu Nabi, wajahnya masih saja pucat pasi.

“Dan Jibril, masukkan kesenangan dalam hati ini, bagaimana keadaan ummatku nanti”.

“Aku beri engkau sebuah kabar akbar,

Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Aku, telah mengharamkan surga bagi semua Nabi, sebelum engkau memasukinya pertama kali, dan Allah mengharamkan pula sekalian umat manusia sebelum pengikutmu yang terlebih dahulu memasukinya” Jawaban Jibril itu begitu berpengaruh. Maha suci Allah, wajah Nabi dilingkupi denyar cahaya. Nabi tersenyum gembira.

Betapa ia seperti tidak sakit lagi. Dan ia pun menyuruh malaikat izrail mendekat dan menjalankan amanah Allah.

Izrail, melakukan tugasnya. Perlahan anggota tubuh pembawa cahaya kepada dunia satu persatu tidak bergerak lagi. Nafas manusia pembawa berita gembira itu semakin terhembus jarang. Pandangan manusia pemberi peringatan itu kian meredup sunyi. Hingga ketika ruhnya telah berada di pusat dan dalam genggaman Izrail, nabi sempat bertutur, “Alangkah beratnya penderitaan maut”. Jibril berpaling tak sanggup memandangi sosok yang selalu ia dampingi di segala situasi.

“Apakah engkau membenciku Jibril”

“Siapakah yang sampai hati melihatmu dalam keadaan sekarat ini, duhai cinta,” jawabnya sendu.

Sebelum segala tentang manusia terindah ini menjadi kenangan, dari bibir manis itu terdengar panggilan perlahan

“Ummatku… Ummatku….”. Dan ia pun dengan sempurna kembali.

Nabi Muhammad Saw, pergi dengan tersenyum, pada hari senin 12 Rabi’ul Awal, ketika matahari telah tergelincir, dalam usia 63 tahun.

Muhammad, Nabi yang Ummi, Kekasih para sahabat di masanya dan di sepanjang usia semesta, meninggalkan gemilang cahaya kepada dunia. Muhammad, pemberi peringatan kepada semua manusia, menorehkan dalam-dalam tinta keikhlasan di lembaran sejarah. Muhammad, yang bersumpah dengan banyak panorama indah alam:

“demi siang bila datang dengan benderang cahaya, demi malam ketika telah mengembang, demi matahari sepenggalah naik”, telah membumbungkan Islam kepada cakrawala megah di angkasa sana.

Ia, Muhammad, menembus setiap gendang telinga sahabatnya dengan banyak kuntum-kuntum sabda pengarah dalam menjalani kehidupan.

Ia, Muhammad, yang di sanjung semua malaikat di setiap tingkatan langit, berbicara tentang surga, sebagai tebusan utama, bagi setiap amalan yang dikerjakan.

Ia, Muhammad yang selalu menyayangi fakir miskin dan anak yatim, menggelorakan perintah untuk senantiasa memperhatikan manusia lain yang berkekurangan. Dan Ia, Muhammad, tak akan pernah kembali lagi.

Sungguh, Madinah berubah kelabu. Banyak manusia terlunta di sana.

Dan Aisyah ra, yang pangkuannya menjadi tempat singgah kepala Rasulullah di saat terakhir kehidupannya, menyenandungkan syair kenangan untuk sang penerang, suaranya bening. Syahdunya membumbung ke jauh angkasa.

Beginilah Aisyah menyanjung sang Nabi yang telah pergi :

Wahai manusia yang tidak sekalipun mengenakan sutera,

Yang tidak pernah sejeda pun membaringkan raga pada empuknya tilam

Wahai kekasih yang kini telah meninggalkan dunia,

Kutau perutmu tak pernah kenyang dengan pulut lembut roti gandum

Duhai, yang lebih memilih tikar sebagai alas pembaringan

Duhai, yang tidak pernah terlelap sepanjang malam karena takut sentuhan neraka Sa’ir

Dan Umar r.a yang paling dekat dengan musuh disetiap medan jihad itu, kini menghunus pedang.

Pedang itu menurutnya diperuntukkan untuk setiap mulut yang berani menyebut kekasih kesayangannya telah kembali kepada Allah. Umar tatap wajah-wajah para sahabat itu setajam mata pedangnya, meyakinkan mereka bahwa Umar sungguh-sungguh.

Umar terguncang. Umar bersumpah. Umar berteriak lantang. Umar menjadi sedemikian garang. Ia berdiri di hadapan para sahabat yang terlunta-lunta menunggu kabar manusia yang dicinta.

Dan Abu Bakar, sahabat yang paling lembut hatinya, melangkah pelan menuju jasad manusia mulia. Langkahnya berjinjit, khawatir akan mengganggu seseorang yang tidur berkekalan, pandangannya lurus pada sesosok cinta yang dikasihinya sejak pertama berjumpa. Raga berparas rembulan itu kini bertutup kain selubung. Abu Bakar hampir pingsan.

Nafasnya berhenti berhembus, tertahan. Sekuat tenaga, ia bersimpuh di depan jasad wangi al-Musthafa. Ingin sekali membuka penutup wajah yang disayangi arakan awan, disanjung hembusan angin dan dielu-elukan kerlip gemintang, namun tangannya selalu saja gemetar. Lama Abu bakar termenung di depan jenazah pembawa berkah.

Akhirnya, demi keyakinannya kepada Allah, demi matahari yang masih akan terbit, demi mendengar rintihan pedih ummat di luar, Abu bakar mengais sisa-sisa keberanian. Jemarinya perlahan mendekati penutup tubuh suci Rasulullah, dan dijumpailah, wajah yang tak pernah menjemukan itu. Abu bakar memesrai Nabi dengan mengecup kening indahnya. Hampir tak terdengar ia berucap, “Demi ayah dan bunda, indah nian hidupmu, dan indah pula kematianmu. Kekasih, engkau memang telah pergi”.

Abu bakar menunduk. Abu Bakar mematung. Abu Bakar berdoa di depan tubuh nabi yang telah sunyi.

Dan Bilal bin Rabah, yang suaranya selalu memenuhi udara Madinah dengan lantunan adzan itu, tak lagi mampu berseru di ketinggian menara mesjid. Suaranya selalu hilang pada saat akan menyebut nama kekasih ‘Muhammad’.

Di dekat angkasa, seruannya berubah pekik tangisan. Tak jauh dari langit, suaranya menjelma isak pedih yang tak henti. Setiap berdiri kukuh untuk mengumandangkan adzan, bayangan Purnama Madinah selalu saja jelas tergambar.

Tiap ingin menyeru manusia untuk menjumpai Allah, lidahnya hanya mampu berucap lembut, “Aku mencintaimu duhai Muhammad, aku merindukanmu kekasih”. Bilal, budak hitam yang kerap di sanjung Nabi karena suara merdunya, kini hanya mampu mengenang Sang kekasih sambil menatap bola raksasa pergi di kaki langit.

Dan, terlalu banyak cinta yang menderas di setiap jengkal lembah madinah. Yang tak pernah bisa diungkapkan.

Semesta menangis.

***

Sahabat, Sang penerang telah pergi menemui yang Maha tinggi.

Purnama Madinah telah kembali, menjumpai kekasih yang merindui.

Dan semesta, kehilangan pelita terindahnya.

Saya mengenangmu ya Rasulullah, meski hanya dengan setitik tinta pena.

Saya mengingatimu duhai pembawa cahaya dunia, meski hanya dengan selaksa kata.

Dan saya meminjam untaian indah peredam gemuruh dada, yang dilafadzkan Hasan Bin Tsabit, salah seorang sahabat penyair dari masa mu:

Engkau adalah ke dua biji mata ini

Dengan kepergianmu yang anggun,

Aku seketika menjelma menjadi seorang buta

Yang tak perkasa lagi melihat cahaya

Siapapun yang ingin mati mengikutimu

Biarlah ia pergi menemui ajalnya,

Dan Aku,

Hanya risau dan haru dengan kepergian terindahmu

Sahabat, kenanglah Nabi Muhammad Saw, meski dalam kelenggangan yang sempurna, agar hal ini menjadi obat ajaib, penawar dan penyembuh kegersangan hati yang kerap berkunjung.

Agar, di akhirat kelak, dengan agung Nabi memanggil semua manusia yang senantiasa merindukan dan mencintainya.

Adakah yang paling mempesona dihadapanmu, ketika suara suci Nabi menyapamu anggun, menjumpaimu dengan paras yang tak pernah kau mampu bayangkan sebelumnya. Adakah yang paling membahagiakan di kedalaman hatimu, ketika sesosok yang paling kau cinta sepenuh jiwa dan raga, berada nyata di dekatmu dan menemuimu dengan senyuman yang paling manis menembusi relung kalbu. Dan adakah di dunia ini yang paling menerbangkan perasaanmu ke angkasa, ketika jemari terkasih menggapaimu untuk memberikan naungan perlindungan dari siksa pedih azab neraka.

Adakah sahabat ???

Jika saat ini ada yang bening di kedua sudut kelopak matamu, berbahagialah, karena mudah-mudahan ini sebuah pertanda. Pertanda cinta tak bermuara.

Dan, ketika kau tak dapati air mata saat ini, kau sungguh mampu menyimpan cinta itu di dasar hatimu.

Salam saya, untuk semua sahabat. Mari bersama bergenggaman, saling mengingatkan, saling memberikan keindahan ukhuwah yang telah Rasulullah tercinta ajarkan.

Mari Sahabat !

Allohuma Solli ala sayyidina Muhammad …wa ala ali Sayyidina Muhammad ……

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah.....

Marilah Setiap detak-detik jantung..,

selalu kita isi dengan..

Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...

Vicky

Zawiyah Sirul Barokah

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik....


Thursday, 24 February 2011

Reena, muhasabah diri. . .

Taken from Facebook under a group named 'in a relationship with'. . . .


Kita tahu bahawa ilmu itu cahaya, dan tidak akan memasuki hati-hati yang gelap, tetapi kita lihat, kawan kita yang berjudi, yang minum arak, boleh berjaya pula, sedangkan kita terkial-kial walaupun sudah berusaha. Kita tahu bahawa, siapa yang berbuat baik, taat kepada ALLAH akan dipermudahkan jalan kehidupannya, tetapi kita lihat, kawan kita ini tidak solat, tetapi bisnesnya menjadi, kita pula hidup dengan penuh cabaran dan duga. Kita juga tahu bahawa, ISLAM ini agama yang benar, tetapi kita sering melihat orang-orang yang bukan ISLAM itu lebih berjaya, dan ummat ISLAM tertindas dalam kehidupan sempit lagi derita.

Orang bertanya kepada saya. Kenapa begitu? Sekarang ini, yang manakah benar? Adakah kita faham selama ini tidak benar?

Maka saya hendak bertanya kepada anda.

Adakah anda tahu apa itu istidraj?

Istidraj ini adalah satu kalimah, yang sering menunjuk kepada keadaan seseorang itu yang terus dilimpahkan rezeki dan kejayaan yang melimpah ruah dalam kehidupannya, walaupun dia bukan hamba ALLAH yang taat, malah seorang pembuat maksiat yang tegar. Kenapa mereka ini dinamakan manusia yang mendapat istidraj? Apakakah maksud istidraj?

Istidraj adalah, apabila ALLAH memberikan kejayaan, harta kekayaan, rezeki yang melimpah ruah untuk manusia itu menjadi lebih jauh dariNya.

Biasanya, manusia yang mendapat istidraj ini adalah mereka yang tidak berusaha menjalankan ISLAM dalam kehidupan, juga tidak berusaha mengenali ALLAH SWT.

Contoh manusia yang mendapat istidraj ini banyak. Kita lihat contoh yang mudah. Qarun. Apakah anda kenal kepada Qarun? Dia ini adalah seorang manusiayang teramat kaya. Diriwayatkan bahawa, kotak yang mengisi kunci kepada gedung-gedung perbendaharaannya tidak mampu diangkat oleh orang-orang yang kuat. Hal ini hendak menyatakan betapa kayanya dia.

Kisah Qarun terdapat di dalam Al-Quran. Hartanya melimpah ruah. Segala perniagaannya menjadi. Segala pelaburannya mengembang. Hartanya makin hari makin bertambah, sedang yang bertambah semalam tidak pula luak digunakan.

Tetapi bila Nabi Musa cuba mengingatkannya berkenaan semua kekayaannya itu datang daripada ALLAH, maka Qarun dengan angkuh menjawab,

“ Tidak, semua ini adalah hasil dari ilmuku”

Lihat. Lihat apa kata Qarun. Tidak, semua ini adalah hasil dari… ILMUKU. Dia nyata semakin jauh dari ALLAH, walaupun kekayaannya menjadi, rezekinya melimpah ruah dan sebagainya. Dia saban waktu memperlekehkan pengikut-pengikut nabi Musa yang terdiri dari orang miskin dan hamba.

Apakah pengakhiran Qarun? Dia akhirnya ditenggelamkan ALLAH ke dalam bumi dengan seluruh hartanya. Kisah ini terdapat di dalam Al-Quran.

Nah… Apakah itu yang kita mahu?

Sebab itulah, saya hendak mengajak saudara-saudari berfikir, apakah yang akan timbul di dalam hati kalian apabila kalian ini jenis yang melazimi dosa-dosa, melakukan maksiat, kemudian kalian berjaya di dalam peperiksaan atau perniagaan. Apakah yang agaknya akan timbul dalam jiwa kalian?

Saya yakin, 99% akan merasa begini, “ Tengok, aku tak solat pun berjaya. Siapa kata solat tu bawa kejayaan?”

Apakah yang akan terjadi kepada anda ketika itu? Anda berjaya, tetapi anda semakin jauh dari ALLAH. Itulah istidraj.

Maka jangan gusar bila tidak berjaya. Cuba lagi. Hubungan keimanan anda dengan ALLAH itulah yang pertama sekali perlu anda perhatikan. Jika anda berjaya membina hubungan keimanan yang baik, insyaALLAH, datanglah badai apa sekalipun, anda akan mampu melaluinya.

Sebenarnya ALLAH suka menguji hamba-hambaNya yang beriman. Terdapat satu kisah yang saya suka baca ketika saya masih kecil.

Terdapat dua orang nelayan. Seorang penyembah berhala, dan seorang lagi muslim yang taat kepada ALLAH. Ketika menebar jala, yang menyembah berhala menyebut nama berhalanya, manakala yang muslim membaca bismillah. Bila jala diangkat, yang menyembah berhala mendapat banyak ikan, manakala yang muslim, hampir sahaja tiada ikan untuknya pada hari itu.

Malaikat yang melihat keadaan itu bertanya kepada ALLAH.

“ Ya ALLAH, apakah yang telah berlaku? HambaMu yang menyekutukanMu, KAU berikan dia rezeki yang banyak, sedangkan hambaMu yang menyebut namaMu, KAU tidak memberikan DIA apa-apa”

ALLAH menjawab,

Yang menyekutukanKu, tempatnya memang sudah pasti NERAKA. Maka apalah sangat rezeki yang pasti akan hancur itu jika Kuberikan kepadaNya? Tetapi HambaKu yang beriman itu, AKU hendak mengganjarkanNya syurga, maka AKU suka mengujinya untuk melihat kebenaran imanNya”

Nah, jangan anda kecewa bila diuji, tidak berjaya di dalam peperiksaan walau sudah studi, gagal dalam perniagaan walau kemas menyusun strategi. Itu semua adalah sebahagian dari ujian ALLAH. ALLAH menguji hanya untuk mereka yang dikasihi. Bukankah ALLAH SWT ada berfirman,

“ Apakah kamu mengira KAMI akan membiarkan kamu berkata kami beriman sedangkan kamu belum diuji?…”

Jika gagal terhadap satu-satu perkara, itu perkara itu. Anda masih belum gagal dalam kehidupan. Teruskan usaha, selagi nyawa masih ada. InsyaALLAH ALLAH akan memberikan sesuatu yang bermakna kepada anda. Bersangka baiklah kita kepada PENCIPTA kita.

Maka sebenarnya, bila hidup kita digegarkan dengan masalah, hendaklah kita rasa bersyukur. Tandanya, ALLAH masih lagi dekat dengan kita. Ujian adalah tanda kasih sayang dan perhatianNya kepada kita.

Mustahil anda suka senang sebentar di dunia, di akhirat yang kekal abadi nanti anda merana. Anda mahukan istidraj?

Saya yakin tidak..

Anda tenang sekarang?

Anda wajib untuk tidak berasa tenang jika anda berbuat dosa, dan anda berjaya. Sebab itulah, muhasabah diri itu penting. Untuk kita sentiasa periksa bagaimanakah hubungan kita dengan ALLAH SWT.

Aku berdosa, tetapi aku berjaya…. Berhati-hatilah kita agar jangan sampai lafaz itu, atau lafaz-lafaz yang membawa maksud serupa itu terkeluar dari mulut kita.

Mari kita sama-sama duduk, dan bermuhasabah semula.

Saturday, 19 February 2011

I dedicate this to D~!

1] Orang yang mencintai kamu tidak pernah mampu memberikan alasan kenapa dia mencintai kamu. Yang dia tahu di hati dan matanya
hanya ada kamu satu-satunya.


2] Walaupun kamu sudah memiliki teman istimewa atau kekasih, dia tidak peduli! Baginya yang penting kamu bahagia dan kamu tetap
menjadi impiannya.


3] Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya, di hati dan matanya kamu selalu yang tercantik walaupun mungkin kamu
merasa berat badan kamu sudah bertambah.


4] Orang yang mencintai kamu selalu ingin tahu tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, dia ingin tahu kegiatan kamu.


5] Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan SMS seperti ‘Selamat Pagi’,'Selamat Hari Minggu’, ‘Selamat Tidur’, ‘Take Care’, dan lain-lain
lagi, walaupun kamu tidak membalas SMS-nya, kerana dengan kiriman SMS itulah dia menyatakan cintanya, menyatakan dalam cara yang
berbeza,bukan “aku CINTA padamu”, tapi berselindung ayat selain kata cinta itu.


6] Jika kamu menyambut hari tahun dan kamu tidak mengundangnya ke majlis yang kamu adakan, setidak-tidaknya dia akan menelefon
untuk mengucapkan selamat atau mengirim SMS.


7] Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu
sendiri sudah melupakannya, kerana saat itu ialah sesuatu yang berharga untuknya.Dan saat itu, matanya pasti berkaca. kerana saat
bersamamu itu tidak bisa berulang selalu.


8] Orang yang mencintai kamu selalu mengingati setiap kata-kata yang kamu ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kamu sendiri lupa
pernah mengungkapkannya. kerana dia menyematkan kata-kata mu di hatinya,berapa banyak kata-kata penuh harapan yang kau
tuturkan padanya, dan akhirnya kau musnahkan? pasti kau lupa, tetapi bukan orang yang mencintai kamu.


9] Orang yang mencintai kamu akan belajar menggemari lagu-lagu kegemaran kamu, bahkan mungkin meminjam CD milik kamu, kerana dia
ingin tahu apa kegemaran kamu - kesukaan kamu kesukaannya juga, walaupun sukar meminati kesukaan kamu, tapi akhirnya da berjaya.


10] Kalau kali terakhir kalian bertemu kamu mungkin sedang selesema, atau batuk-batuk, dia akan sentiasa mengirim SMS atau menelefon
untuk bertanya keadaan kamu - kerana dia bimbangkan tentang kamu, peduli tentang kamu.


11] Jika kamu mengatakan akan menghadapi ujian, dia akan tanyakan bila ujian itu berlangsung, dan saat harinya tiba dia akan
mengirimkan SMS ‘good luck’ untuk memberi semangat kepada kamu.


12] Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi
baginya barang itu sangat istimewa.


13] Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat, ketika sedang bercakap di telefon dengan kamu, sehingga kamu menjadi bingung.
Sebenarnya saat itu dia merasa sangat gugup kerana kamu telah menggegarkan dunianya.


14] Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada dekat dengan kamu dan ingin menghabiskan hari-harinya hanya dengan kamu.


15] Jika suatu saat kamu harus pindah ke daerah lain, dia akan sentiasa memberikan nasihat agar kamu waspada dengan persekitaran
yang boleh membawa pengaruh buruk kepada kamu. dan jauh dihatinya dia benar-benar takut kehilangan kamu, pernah dengar ‘jauh
di mata, jauh di hati?’


16] Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.


17] Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal-hal yang SENGAL seperti menelefon kamu 100 kali dalam masa sehari. Atau
mengejutkan kamu di tengah malam dengan mengirim SMS. Sebenarnya ketika itu dia sedang memikirkan kamu.


18] Orang yang mencintai kamu kadang-kadang merindukan kamu dan melakukan hal-hal yang membuat kamu pening kepala. Namun ketika
kamu mengatakan tindakannya itu membuat kamu terganggu dia akan minta maaf dan tak akan melakukannya lagi.


19] Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan dgn sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!.
bahkan dia begitu gembira kerana dapat membantu kamu. dia tidak pernah mengelak dari menunaikan permintaan kamu walau sesukar
mana permintaan mu.


20].Kalau kamu melihat handphone-nya maka nama kamu akan menghiasi sebahagian besar INBOX-nya. Dia masih menyimpan SMS-SMS
dari kamu walaupun ia kamu kirim berbulan-bulan atau bertahun-tahun yang lalu. Dia juga menyimpan surat-surat kamu di tempat khas
dan segala pemberian kamu menjadi benda-benda berharga buatnya.


21] Dan jika kamu cuba menjauhkan diri daripadanya atau memberi reaksi menolaknya, dia akan menyedarinya dan menghilang dari
kehidupan kamu, walaupun hal itu membunuh hatinya.


22] Jika suatu saat kamu merindukannya dan ingin memberinya kesempatan dia akan ada menunggu kamu kerana sebenarnya dia tak
pernah mencari orang lain. Dia sentiasa menunggu kamu.


23] Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin
mengetahui, kerana dia tidak mahu kamu terbeban dengan karenahnya. saat kau pinta dia berlalu,dia pergi tanpa menyalahkan kamu,
kerana dia benar-benar mengerti apa itu cinta.

Wednesday, 16 February 2011

I was angry.

I must admit I was angry with faith that I'm living in right now after i heard the news. What news you might ask? It's about Abah's job. In my previous post, I told you that Abah got a job right?Well, he did but....Aaahh! I don't wana talk about it.

It's like I got all emo and all after hearing the news. Anger, sadness, disappointments and all those worrying made me so freaking worked up. I couldn't cry at first but as i lay on my bed, tears came out like non-stop. I was angry at my faith and I was angry to GOD. I know I have sinned for doing that but I was just so angry and sad. Melodramatic and neurotic, I must say~!

Sigh! I pray for your forgiveness dear GOD! I shouldn't have let those feelings encountered me until fury took place upon me. I'm dreadly sorry. I really am. I thought of many things when i was furious. Things to let me out of this thing that is call my destiny. Things that are so bad and it's an easy out but it's so dark. You wouldn't want me to elaborate on. Just leave it as that. No use for me to make a paragraph out of it.

Dear GOD, what ever it is that you may have for me in the future, I bow down to you and ask you to give me the strength, patience, ability and everything that is enough for me to charge in this bumpy adventure lying upon me now and in future. Syukur~!

I'm very sorry that I was whining alot.

Tuesday, 15 February 2011

Laughter. . .

I was bored so I made reading as my hobby lately (or perhaps just for today). . . .*don't trust everything you read on the internet*. . . =P

Naa!Ignore what I've said. . .

I got caught up with reading peeps blog that i put a shortcut to their blog on the right hand of my blog (if you had ever noticed) which are mostly the person I know and are fond off.

I read Tasnim's blog just now and I like this one .

Hey, Tasnim.. Akak, browsed through your blog and made this post readable at mine. Hope you're cool with that.=) Tee Hee~!

I wonder which school those boys were from too. *wink*

Somethin' interesting? Perhaps. . .

I came across this note in one of IniAnwarHadi's post.



This goes out for me as well and I'd like to share it with everyone. For those who knows Malay language that is. Sorry for those who are not familiar with my language. Abundance of apologies.=)

IniAnwarHadi

Some peeps out there might know him already. His name is rapidly going around FB,YT (YouTube as what he calls it) and his very own blog is engaging with more then two thousand followers. Whoah!

It's how he speaks that somehow opened my eyes and mind (including the accent and proper English) which really made me feel tiny even though I'm a TESL graduate similar to him.

I came across his comment to a friend of his when I was reading his blog and he said. . .

'Tapi just because you fall in love, does that mean you have to couple with that person you fell in love with? No you don't.. Just because I don't couple, doesn't mean I'm stopping myself from falling in love.. As I mentioned in the post, I AM in love right now.. I'm just stopping myself from having any sort of illegitimate relationship..'


. . . and he does his homework, alright! =) Good job Anwar Hadi, if that's really your name! Keep it up!


Death

Hallo!I finally sane again. Last post i told you that I was freakin' depress and all those emo stuff but I finally came out of that hole of 'darkness'.

I could let go some of the things i kept to myself when K.lina confront me for the second time. The first time she asked me but i said i wanted to keep to myself. Well, we solve the problem between us and I'm glad we did. I would tell everything here but it wouldn't be called as a 'secret', would it?HAHA.. The main point is that I am happy now, slightly more calm then before. I told all the problems and let go of what i shouldn't be keeping to myself. I feel like there is a bog rock on top of my shoulder, it's like I'm putting all the weight on myself alone. I was wrong and I needed someone. Besides GOD, it was K.lina. She was there when i needed her the most. Thank you, babe!

She said, 'I think we really were twins in the previous life. It's like incarnation or something because I can feel whenever things go wrong with you and vice versa too. It hurts when we don't speak to each other for too long.'

I agree on what she had told me.

~~~~~

Work

. . . .is just the same. I'm tied to HSBC until 25th March 2011 which is not long from now. I don't even know what will happen after 25th March. I might and might not get confirmed but at least I'm not that worried because Abah got a job. YAY! If i didn't get any extension or get confirmed to the bank, I can still find other jobs but it may take time but when Abah is working soon with GOD's will I have time to find it without worrying much. Well, you know...MONEY! heheh~!

I've applied with UIA with some help of course. Hopefully, I get a place. *Kena yakin*

~~~~~~
D

Few weeks back, I finally knew why D was always holding back. I think he is tho'...but never mind that. . . Hmm...but before i tell you...should i tell the world about this? I think I better not.
Maybe this one I'll keep it to myself and the ones close to me. *grins* (^_^)Y

He made me worried few days back. Syukur that he's alright!=)


~~~~~~

Death

. . . the main topic for today is DEATH.

This morning (14/2/2011), K.lina woke me up with a call. She called me to tell about someone's death and I was freaking blur at that moment because I just woke up and was still on the bed (should i describe further??) and it was around 8am. It was Pak Cik Mat Kecik (my sister-in-law's father) and it was shocking because his death was really unexpected. He was admitted to the hospital due to the involvement in an accident but it never came to mind that it would be the last few weeks that we would ever see him. I was too shocked that I felt really regretful that i didn't go and see him when he was in the hospital. I have no excuse for it and I blame myself for my ignorance. My parents went when i was working and I should have went when i was free on weekends but everything were settled this morning and I am grateful that he is safe with GOD now.

It was a very peaceful morning. I saw butterflies flying around. It's either him or the Angels.
I'm not good with deaths, I'm sorry but everything went well. Syukur Ya Rasulullah~!

Hopefully, we'll meet each other in Heaven's Garden.

These words above were the status in my FB just few hours ago. Seriously, I don't know how to speak to the people whose member of the family just passed. I just don't know what to say to them. Sometimes i just ignore them not intentionally but just to keep away from them so that i don't say the wrong words to them. I'm sorry, I really am a bummer when a memorial day like this comes. What ever it is, I'm grateful everything is done. Syukur!~

~~~~~~~

The End.

Salam Maulidur Rasul. Syukur Ya Rasulullah. . . .